Tiga Perusahaan Lagi Hengkang dari Bursa London

Bursa Saham London kembali kehilangan tiga perusahaan lagi setelah tawaran pengambilalihan (akuisisi) yang disepakati pada Selasa (1/9/2026). Peristiwa ini

Tiga Perusahaan Lagi Hengkang dari Bursa London

Bursa Saham London kembali kehilangan tiga perusahaan lagi setelah tawaran pengambilalihan (akuisisi) yang disepakati pada Selasa (1/9/2026). Peristiwa ini menambah tekanan besar bagi bursa saham tertua di Eropa tersebut, yang sepanjang tahun 2026 telah kehilangan perusahaan senilai total lebih dari 100 miliar dolar AS atau setara Rp1.560 triliun.

Ketiga perusahaan yang akan keluar dari Bursa Saham London adalah Bodycote, perusahaan manufaktur asal Inggris yang tercatat di indeks FTSE 250; Gamma Communications, perusahaan telekomunikasi; serta Capricorn Energy, perusahaan energi asal Skotlandia. Ketiganya telah menerima tawaran pengambilalihan dari berbagai investor swasta dan strategis, baik dari dalam maupun luar Inggris.

Bodycote Dibeli Veritas senilai 1,84 Miliar Pound

Bodycote, perusahaan layanan manufaktur yang telah tercatat di Bursa Saham London sejak tahun 1972, resmi menyetujui pengambilalihan senilai 1,84 miliar poundsterling oleh grup ekuitas swasta asal Amerika Serikat, Veritas. Perusahaan yang berpusat di Macclesfield ini menyediakan layanan perlakuan panas untuk manufaktur, pengelasan logam, dan pelindung logam.

Veritas mengalahkan pesaingnya, CVC, dalam perebutan Bodycote. Dalam pernyataan resminya, Veritas menyatakan bahwa prospek Bodycote akan lebih baik jika dikeluarkan dari pasar publik.

"Sebagai perusahaan swasta di bawah kepemilikan Veritas, Bodycote akan mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar dan perspektif jangka panjang untuk mendukung investasi berkelanjutan serta mengejar peluang pertumbuhan organik dan anorganik," kata perwakilan Veritas.

Bodycote menjadi salah satu dari sekian banyak perusahaan FTSE 250 yang jatuh ke tangan investor swasta dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan ini memiliki sejarah panjang di Bursa London selama lebih dari lima dekade, sehingga pengambilalihan ini menjadi pukulan tersendiri bagi kepercayaan pasar modal Inggris.

Gamma Communications Direkomendasikan ke Epiris

Selain Bodycote, perusahaan telekomunikasi Gamma Communications juga merekomendasikan tawaran pengambilalihan senilai 1,1 miliar poundsterling dari perusahaan ekuitas swasta asal Inggris, Epiris. Keputusan ini diambil hanya beberapa hari setelah Gamma mengonfirmasi sedang dalam pembicaraan pengambilalihan dengan perusahaan ekuitas swasta Eropa, Waterland.

Epiris pertama kali menunjukkan ketertarikannya untuk mengakuisisi Gamma pada Juni lalu. Dalam pernyataan terbaru, Epiris menegaskan bahwa lingkungan perusahaan swasta memberikan fleksibilitas tambahan yang memungkinkan Gamma berinvestasi lebih jauh dan fokus pada perbaikan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Pengambilalihan Gamma Communications menjadi contoh terbaru bagaimana perusahaan ekuitas swasta asal Inggris sendiri berperan aktif dalam mengambil alih perusahaan-perusahaan yang sebelumnya tercatat di bursa saham domestik.

Capricorn Energy Berpindah Tangan ke DNO Norway

Sementara itu, Capricorn Energy, perusahaan energi asal Skotlandia, akan mengakhiri masa keberadaannya selama 38 tahun di indeks FTSE All-Share setelah mencapai kesepakatan dengan rivalnya asal Norwegia, DNO, senilai 396 juta dolar AS. Awalnya, Capricorn merekomendasikan tawaran dari Genel Energy, namun berganti rekomendasi setelah DNO memberikan tawaran yang lebih tinggi.

Capricorn Energy menjadi salah satu perusahaan bersejarah yang telah lama menjadi bagian dari indeks saham utama Inggris. Pengambilalihan oleh DNO menandai semakin kuatnya minat perusahaan-perusahaan Eropa Utara terhadap aset energi Inggris.

Total Akuisisi Tahun 2026 Tembus 100 Miliar Dolar AS

Ketiga pengambilalihan tersebut menambah daftar panjang perusahaan yang keluar dari Bursa Saham London sepanjang tahun 2026. Menurut data yang dihimpun Bloomberg, total nilai transaksi pengambilalihan yang mengeluarkan perusahaan dari bursa saham ibu kota Inggris ini telah melampaui 100 miliar dolar AS atau sekitar 74 miliar poundsterling.

Beberapa pengambilalihan besar yang tercatat tahun ini antara lain:

  1. easyJet — Diakuisisi oleh Apollo Global Management asal AS senilai 5,7 miliar poundsterling
  2. Segro — Diakuisisi oleh Prologis asal AS senilai 14 miliar poundsterling
  3. ITV Broadcasting — Dijual ke Comcast (pemilik Sky) senilai 1,6 miliar poundsterling
  4. Schroders — Diakuisisi oleh investor AS senilai 9,9 miliar poundsterling
  5. Intertek — Diakuisisi oleh konsorsium yang dipimpin EQT senilai 10 miliar poundsterling
  6. Beazley — Diakuisisi oleh Zurich Insurance senilai 8 miliar poundsterling

Sederet pengambilalihan ini menunjukkan bahwa Bursa Saham London sedang menghadapi krisis kepercayaan yang serius. Banyak perusahaan tercatat yang lebih memilih diakuisisi atau pindah ke bursa saham lain, terutama di AS, karena dianggap memberikan valuasi yang lebih tinggi dan akses modal yang lebih luas.

Tekanan Politik dan Regulasi

Gelombang pengambilalihan ini juga menimbulkan kekhawatiran di tingkat politik. Pemerintah Inggris di bawah pemerintahan baru telah menyuarakan pentingnya memperkuat Bursa Saham London sebagai pusat keuangan global. Beberapa pengamat menyarankan agar pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menarik更多 perusahaan melakukan IPO (Initial Public Offering) di London.

Investor aktivis seperti Elliott Management juga telah membangun posisi saham di London Stock Exchange Group pada awal tahun ini, menandakan ketidakpuasan terhadap kinerja bursa. Elliott dikenal agresif dalam menuntut perubahan strategi perusahaan yang diinvestasinya.

Dampak terhadap Pasar Modal Inggris

Gelombang akuisisi besar-besaran ini berpotensi melemahkan posisi London sebagai salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia. London Stock Exchange, yang sejak lama menjadi bursa saham utama di Eropa, kini menghadapi tantangan serius dari pesaing seperti Bursa New York dan Eropa.

Para analis memperkirakan tren ini akan terus berlanjut jika tidak ada intervensi kebijakan yang signifikan. Perusahaan-perusahaan yang merasa undervalued di pasar London akan terus menjadi incaran investor swasta yang mencari peluang untuk mengambil alih aset berharga dengan harga relatif murah.

Dengan demikian, masa depan Bursa Saham London bergantung pada kemampuan pemerintah dan regulator untuk menciptakan iklim investasi yang lebih menarik, sehingga perusahaan-perusahaan tidak lagi memilih untuk hengkang dari bursa saham bersejarah tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User