Yaman Klaim Maju di Bab al-Mandab, Arab Saudi Dihantam Rudal

Pasukan Yaman yang didukung koalisi Arab Saudi kembali menggeliat di medan tempur. Pada Sabtu lalu, militer Yaman mengumumkan bahwa mereka tengah memajukan

Yaman Klaim Maju di Bab al-Mandab, Arab Saudi Dihantam Rudal

Pasukan Yaman yang didukung koalisi Arab Saudi kembali menggeliat di medan tempur. Pada Sabtu lalu, militer Yaman mengumumkan bahwa mereka tengah memajukan pasukan ke arah selat strategis Bab al-Mandab, titik air tersibuk yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Klaim ini muncul hanya sepekan setelah pemerintah yang berbasis di Aden menyatakan memulai operasi kontra-serangan besar-besaran untuk merebut kembali wilayah yang sempat dikuasai kelompok Houthi dalam serangan kilat bulan lalu.

Bab al-Mandab bukan sekadar selat biasa. Setiap hari, ribuan kapal dagang dan tanker minyak melintas di sana. Menguasai selat itu berarti memegang kunci salah satu jalur perdagangan paling vital di dunia. Inilah alasan mengapa pertempuran di sekitar Bab al-Mandab selalu menjadi perhatian komunitas internasional, bukan hanya bagi Yaman, tetapi juga bagi ekonomi global.

Serangan Bertubi ke Wilayah Houthi

Menurut juru bicara militer Yaman, pasukan pemerintah telah membebaskan beberapa posisi penting di sisi timur selat dalam 48 jam terakhir. Serangan udara dan artileri dilaporkan menghantam benteng pertahanan Houthi di distrik Mocha dan Al-Khawkhah, dua kawasan pesisir yang berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional.

"Kami tidak akan berhenti sampai seluruh wilayah kami kembali. Bab al-Mandab harus bebas dari ancaman milisi," tegas seorang komandan lapangan kepada kantor berita setempat, dikutip dari laporan yang diterima Berita Seputar International.

Namun, klaim kemajuan ini masih sulit diverifikasi secara independen. PBB mencatat bahwa akses ke medan tempur di Yaman barat sangat terbatas, dan kedua pihak kerap melebih-lebihkan pencapaian militernya. Yang jelas, intensitas pertempuran meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Warga sipil di kota pelabuhan Mokha melaporkan mendengar ledakan besar hampir setiap malam, memaksa ratusan keluarga mengungsi ke dataran tinggi.

Rudal Hantam Bandara Saudi, Lima Warga Kritis

Di sisi lain, konflik ini merembet ke wilayah Arab Saudi. Sumber diplomatik di Riyadh melaporkan sebuah serangan rudal menghantam bandara sipil di wilayah selatan Kerajaan. Sedikitnya lima warga negara Saudi mengalami luka serius dan saat ini dirawat di ruang perawatan intensif. Ledakan itu mengejutkan warga karena bandara tersebut selama ini dianggap jauh dari jangkauan serangan langsung kelompok Houthi.

Serangan ke bandara sipil menjadi eskalasi yang sangat mengkhawatirkan. Houthi belum mengklaim bertanggung jawab secara resmi, tetapi pola serangan yang menggunakan rudal balistik dan drone bunuh diri selama ini identik dengan operasi milisi yang didukung Iran tersebut. Koalisi pimpinan Saudi menyebut serangan itu sebagai "tindakan teror terhadap infrastruktur sipil" dan bersumpah akan membalas dengan kekuatan penuh.

Dampak Regional dan Diplomasi yang Macet

Pertempuran di Bab al-Mandab dan serangan rudal ke Arab Saudi menempatkan perang Yaman dalam babak baru yang lebih berbahaya. Sejak gencatan senjata yang dimediasi PBB runtuh tahun lalu, upaya perdamaian praktis berhenti. Utusan khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, kembali menyerukan agar semua pihak menahan diri dan membuka koridor kemanusiaan.

"Setiap serangan ke fasilitas sipil adalah pelanggaran hukum internasional. Rakyat Yaman sudah terlalu lama menanggung beban perang ini," ujar Grundberg dalam pernyataan resminya.

Bagi masyarakat internasional, Bab al-Mandab adalah garis merah. Jika pertempuran meluas dan jalur pelayaran terganggu, harga minyak dunia bisa melonjak dalam hitungan jam. Perusahaan pelayaran besar dilaporkan mulai menambah premi asuransi bagi kapal yang melintasi Laut Merah. Dunia menahan napas, karena selat itu bukan hanya soal Yaman, tetapi soal rantai pasok global yang tak boleh putus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User