Atacama — Ekspansi Lithium Picu Krisis Sosial dan Lingkungan di Chile
Di sebuah plato gurun dataran tinggi yang membentang melintasi Argentina, Bolivia, dan Chile, sebuah jip melaju pelan di sisi Chile. Di dalamnya duduk tiga
Di sebuah plato gurun dataran tinggi yang membentang melintasi Argentina, Bolivia, dan Chile, sebuah jip melaju pelan di sisi Chile. Di dalamnya duduk tiga orang peneliti. Udara sore itu tipis dan dingin, tetapi matahari menusuk kulit — kombinasi yang sudah akrab bagi siapa pun yang pernah lama tinggal di bentang pegunungan Andes Amerika Selatan.
Lanskapnya adalah pelajaran tentang kontras dan kontur: cekungan luas yang tiba-tiba terpotong lekukan curam, hamparan rata yang dibelah tanjakan nyaris vertikal. Gunung berapi Licancabur menjulang besar di atas kepala. Vegetasi dan tingkat kelembapan berubah cepat seiring naiknya ketinggian — suhu makin sejuk, udara makin lembap, dan tumbuhan makin rapat.
Namun di bawah permukaan tanah yang tampak sunyi itu tersimpan komoditas yang kini diperebutkan dunia: litium. Dan di sinilah paradoks terbesar transisi energi global berlangsung.
Jantung Transisi Energi Dunia
Salar de Atacama adalah salah satu sumber litium terbesar di planet ini. Bersama Bolivia dan Argentina, Chile membentuk apa yang disebut "Segitiga Litium" — kawasan yang menyimpan mayoritas cadangan logam paling dicari abad ini. Litium adalah nyawa bagi baterai kendaraan listrik, penyimpanan energi jaringan listrik, hingga ponsel di saku miliaran orang.
Ironi yang menyakitkan: logam yang diandalkan untuk mengurangi emisi karbon global justru diekstraksi dengan cara yang menguras sumber daya paling langka di wilayah itu — air.
Metode yang digunakan adalah evaporasi brine. Air garam bawah tanah dipompa ke permukaan, lalu dialirkan ke kolam-kolam raksasa dan dibiarkan menguap di bawah matahari gurun selama berbulan-bulan. Prosesnya murah, tetapi sangat haus air. Di salah satu tempat terkering di Bumi, setiap ton litium yang dihasilkan menuntut penguapan air dalam jumlah yang sulit dibayangkan.
Harga yang Dibayar Komunitas Lokal
Dampaknya paling berat dirasakan komunitas adat Atacameño atau Lickanantay yang telah hidup di cekungan ini selama berabad-abad. Mereka melaporkan sumur yang mengering, ternak yang mati kehausan, dan lahan pertanian tradisional yang makin sulit ditanami.
"Apa yang kami lihat bukan sekadar proyek tambang. Ini adalah cara hidup yang perlahan dihapus dari peta. Ketika airnya hilang, yang pergi bukan hanya tanaman, tetapi juga ingatan kolektif sebuah komunitas," ujar seorang peneliti yang ikut dalam ekspedisi riset tersebut.
Keluhan serupa mengalir dari berbagai desa di sekitar salar. Populasi burung flamengo — indikator kesehatan ekosistem laguna — dilaporkan menurun. Debu dari kolam evaporasi beterbangan ke permukiman. Dan janji lapangan kerja yang datang bersama investasi miliaran dolar ternyata hanya menyerap sebagian kecil warga lokal.
Wajah Baru Kapitalisme Hijau
Kasus Atacama sering disebut sebagai mikrokosmos dari apa yang para akademisi sebut sebagai frontier ekstraktif kapitalisme hijau — gagasan bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon tidak otomatis menghapus pola eksploitasi lama, melainkan memindahkannya ke wilayah dan komunitas baru.
- Tekanan permintaan: Negara-negara maju menargetkan larangan mobil berbahan bakar fosil pada dekade berikutnya, mendorong lonjakan permintaan litium.
- Ketimpangan manfaat: Nilai tambah terbesar dinikmati perusahaan tambang dan produsen baterai di luar wilayah penghasil.
- Kerusakan sulit dipulihkan: Akuifer gurun membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terisi kembali.
- Konflik tata kelola: Perdebatan tentang royalti, konsultasi masyarakat adat, dan pengawasan lingkungan masih berlangsung alot.
Masa Depan yang Belum Pasti
Chile kini berada di persimpangan. Di satu sisi, negara ini ingin menjadi pemain utama rantai pasok energi bersih dunia. Di sisi lain, tekanan publik untuk memperketat regulasi air dan memperkuat hak masyarakat adat makin kuat.
Pertanyaan besarnya sederhana namun mengganggu: bisakah dunia mendekarbonisasi tanpa mengorbankan komunitas yang tinggal di atas tanah yang menyimpan kuncinya? Jawaban atas pertanyaan itu kemungkinan besar akan ditentukan bukan di ruang konferensi iklim, melainkan di hamparan asin yang sunyi di utara Chile.
Salar de Atacama adalah jantung Segitiga Litium Amerika Selatan. Metode evaporasi brine menuntut air dalam jumlah raksasa di salah satu gurun terkering di Bumi. Dampaknya: • Sumur warga mengering • Ternak mati kehausan • Populasi flamengo menurun • Manfaat ekonomi tak merata Baca analisis lengkapnya di Berita Seputar International.
Comments (0)