Inggris — Asda atau Morrisons Diprediksi Hilang dalam Satu Dekade

LONDON — Peta persaingan supermarket di Inggris tengah bergejolak. Setelah terungkapnya pembicaraan merger antara Sainsbury's dan Morrisons, sejumlah anali

Inggris — Asda atau Morrisons Diprediksi Hilang dalam Satu Dekade

LONDON — Peta persaingan supermarket di Inggris tengah bergejolak. Setelah terungkapnya pembicaraan merger antara Sainsbury's dan Morrisons, sejumlah analis menilai lanskap ritel bahan pangan Negeri Ratu Elizabeth itu sudah matang untuk perubahan besar. Bahkan, muncul prediksi mengejutkan: salah satu dari Asda atau Morrisons — atau bahkan keduanya — bisa lenyap dari pasar dalam sepuluh tahun ke depan.

Kabar soal pembicaraan akuisisi itu pertama kali menyeruak ke publik dan langsung membuat pelaku industri ramai membicarakan. Sainsbury's, yang merupakan jaringan supermarket terbesar kedua di Inggris, dilaporkan sempat duduk semeja dengan Morrisons, pemain peringkat keenam. Namun, negosiasi yang berlangsung sejak November lalu hingga Februari itu akhirnya kandas setelah pihak yang lebih besar memutuskan mundur dari meja perundingan.

Kronologi Pembicaraan yang Berujung Kegagalan

Jalannya negosiasi antara dua raksasa ritel tersebut bisa ditarik dalam urutan waktu berikut:

  1. November — Sainsbury's dan Morrisons memulai pembicaraan awal mengenai kemungkinan merger. Kedua kubu menjajaki struktur kesepakatan dan dampaknya terhadap pangsa pasar.
  2. Desember hingga Januari — Diskusi berlanjut ke tahap yang lebih serius, termasuk pembahasan valuasi dan potensi hambatan regulasi dari otoritas persaingan usaha Inggris.
  3. Februari — Sainsbury's, sebagai pihak dengan skala usaha lebih besar, memutuskan mundur. Pembicaraan dihentikan tanpa kesepakatan apa pun.
  4. Oktober — Fakta pembicaraan itu baru terungkap ke publik, memicu spekulasi baru soal masa depan pemain-pemain menengah di pasar ritel Inggris.

Mengapa Asda dan Morrisons Disebut Paling Rentan

Asda dan Morrisons adalah dua nama besar yang sudah puluhan tahun melayani konsumen Inggris. Jika digabungkan, keduanya memiliki total 188 tahun pengalaman melayani pembeli. Meski begitu, sejumlah pengamat industri menilai keduanya justru berada di posisi paling rawan.

  • Tekanan kompetisi — Dominasi Tesco serta agresivitas supermarket diskon seperti Aldi dan Lidl membuat ruang gerak pemain menengah semakin sempit.
  • Beban utang — Struktur kepemilikan yang melibatkan investor keuangan dinilai membatasi fleksibilitas keduanya untuk berekspansi atau memangkas harga.
  • Konsolidasi yang tak terhindarkan — Analis menilai pasar ritel Inggris sudah matang untuk gelombang penggabungan berikutnya.
  • Perilaku belanja yang berubah — Konsumen semakin sensitif terhadap harga dan cenderung berpindah ke jaringan yang menawarkan nilai lebih baik.

"Salah satu dari Asda atau Morrisons — bisa juga keduanya — berpotensi menghilang dalam sepuluh tahun. Pasar ini sudah matang untuk perubahan besar, dan konsolidasi tampaknya hanya soal waktu," ujar seorang analis ritel yang mengamati dinamika industri ini.

Tesco Justru Optimistis

Di tengah kabar suram bagi sebagian pemain, raja pasar Tesco justru menunjukkan sinyal sebaliknya. Jaringan supermarket terbesar di Inggris itu menaikkan proyeksi labanya dan menyatakan bahwa kepercayaan konsumen tetap tangguh meski tekanan biaya hidup belum sepenuhnya mereda. Kinerja Tesco ini menjadi semacam pembuktian bahwa jurang pemisah antara pemimpin pasar dan para pengejar semakin melebar.

Bagi konsumen Inggris, gelombang konsolidasi ini bisa berarti dua hal sekaligus: pilihan gerai yang menyusut, tetapi juga kemungkinan skala ekonomi yang menekan harga di rak. Yang jelas, papan permainan ritel Inggris sedang dirombak, dan tak semua merek legendaris dijamin bertahan hingga dekade berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User