Paris Sambut Paus Leo XIV, Kunjungan Negara Pertama Sejak 2008

PARIS — Kota Paris mulai dipenuhi bendera dan spanduk penyambutan menjelang kedatangan Paus Leo XIV, yang dijadwalkan mendarat di ibu kota Prancis pada 25

Paris Sambut Paus Leo XIV, Kunjungan Negara Pertama Sejak 2008

PARIS — Kota Paris mulai dipenuhi bendera dan spanduk penyambutan menjelang kedatangan Paus Leo XIV, yang dijadwalkan mendarat di ibu kota Prancis pada 25 September 2026. Kunjungan ini menjadi kunjungan resmi pertama seorang paus ke Prancis sejak Paus Benediktus XVI pada 2008, atau selang 18 tahun lamanya. Bagi Vatikan, momen ini jauh sekadar kunjungan kehormatan.

Koresponden France 24 di Roma, Seema Gupta, menyebut kehadiran Leo XIV di Paris sebagai "momen penting bagi Vatikan" — kesempatan untuk menegaskan kembali peran Gereja Katolik di salah satu negara Eropa yang sekuler namun kaya warisan keagamaan. Paus asal Amerika Serikat yang terpilih pada Mei 2025 itu datang dalam perjalanan apostolik internasional kelima sepanjang masa kepausannya.

Empat Hari, Empat Titik Strategis

Berdasarkan jadwal resmi yang diumumkan Kantor Pers Takhta Suci pada 18 September 2026, perjalanan berlangsung 25–28 September 2026 dan membawa Paus ke empat lokasi dengan agenda berbeda:

  1. Paris (25–26 September) — upacara penyambutan, pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, pertemuan dengan otoritas sipil, masyarakat madani, dan korps diplomatik, serta kunjungan ke kantor pusat UNESCO.
  2. Saint-Denis (26 September) — misa pemuda di Stade de France, di mana sekitar 80.000 tiket telah terjual.
  3. Lourdes (27 September) — ziarah ke kota peziarah terkenal dan pertemuan tertutup dengan tujuh korban pelecehan seksual dalam lingkungan Gereja.
  4. Metz (28 September) — pertemuan bertema "Akar-Akar Eropa untuk Perdamaian dan Kesatuan" di kota perbatasan timur laut Prancis.

Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, menjelaskan bahwa seluruh pidato dan homili Paus akan disampaikan dalam bahasa Prancis — kecuali pidato di UNESCO yang sebagian berbahasa Prancis dan sebagian Inggris, serta pidato di Metz yang sepenuhnya berbahasa Inggris.

250.000 Orang Diperkirakan Berjajar di Jalur Rute

Antusiasme warga terlihat jelas. Kepolisian Prefektur Paris memperkirakan hingga 250.000 orang akan berjajar di sepanjang rute kirab papamobile Leo XIV. Angka itu belum termasuk puluhan ribu jemaah yang mengincar misa di Stade de France.

"Paus Fransiskus mengunjungi Strasbourg, Marseille, dan Korsika — semuanya di pinggiran Prancis. Tapi datang ke ibu kota ini peristiwa besar karena sudah lama tidak terjadi. Itu memicu antusiasme masyarakat, dan saya kira itu salah satu alasan keberhasilan kunjungan ini,"

demikian analisis Charles Mercier, Direktur Studi sejarah dan sosiologi Katolik di École pratique des hautes études (EPHE) Paris. Popularitas Leo XIV, kata dia, melampaui batas komunitas Katolik Prancis semata.

Perbandingan Kunjungan Paus ke Prancis

PausTahunKunjungan
Yohanes Paulus II1980–20048 kali, termasuk Réunion
Benediktus XVI2008Peringatan 150 tahun penampakan Lourdes
Fransiskus2014–2024Strasbourg, Marseille, Korsika (tanpa kunjungan negara)
Leo XIV2026Kunjungan negara resmi pertama sejak 2008

Lourdes, Eropa, dan Isu yang Tak Bisa Dihindari

Agenda Lourdes disorot tajam. Paus dijadwalkan bertemu tujuh korban pelecehan, salah satunya mantan murid Sekolah Notre Dame de Bétharram — institusi Katolik di barat daya Prancis yang pada 2024 menerima lebih dari 230 laporan terkait hukuman fisik dan pelecehan seksual.

Sementara itu, Bruni menekankan bahwa Prancis adalah negara yang sedang mempertanyakan dirinya sendiri tentang masyarakat, manusia, kehidupan, serta hubungan dengan sains, kemajuan teknologi, dan kecerdasan artifisial. Isu lingkungan juga disebut akan muncul, mengingat kedekatannya dengan budaya. Tak ketinggalan, konflik global diperkirakan disinggung dalam pidato Paus.

Menariknya, Gereja Prancis justru mencatat tren positif: sebanyak 13.000 orang dewasa dibaptis pada Paskah 2026. Data itu menjadi modal tersendiri bagi Leo XIV menyampaikan pesan harapan. Kunjungan ini sekaligus menandai hubungan Takhta Suci–UNESCO yang akan merayakan 75 tahun kerja sama diplomatik pada 2027.

Di tengah keprihatinan soal sekularisasi Eropa, kehadiran Paus pertama dari Amerika Serikat itu dipandang sebagai sinyal bahwa Vatikan ingin terlibat langsung dalam percakapan besar Eropa: identitas, perdamaian, dan masa depan benua.

— Paris: Macron + UNESCO — Saint-Denis: misa 80.000 jemaah — Lourdes: 7 korban pelecehan — Metz: masa depan Eropa

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User