SGIFF Anugerahkan Penghargaan Kehormatan Sinema kepada Sutradara Hirokazu Kore-eda
Kabar gembira datang dari panggung sinema Asia. Festival Film Internasional Singapura atau Singapore International Film Festival (SGIFF) secara resmi mengu
Kabar gembira datang dari panggung sinema Asia. Festival Film Internasional Singapura atau Singapore International Film Festival (SGIFF) secara resmi mengumumkan akan memberikan penghargaan prestisius Cinema Honorary Award kepada sutradara kenamaan asal Jepang, Hirokazu Kore-eda. Tidak hanya itu, ajang bergengsi edisi ke-37 ini juga menunjuk sutradara perempuan terkemuka asal Korea Selatan, Yim Soon-rye, sebagai ketua dewan juri untuk kategori kompetisi utama film fitur Asia.
Perhelatan SGIFF tahun ini dipastikan menjadi salah satu agenda paling dinanti para pencinta film internasional. Ajang ini dijadwalkan berlangsung meriah mulai 21 Oktober hingga 1 November mendatang di Singapura, dengan menghadirkan beragam karya terbaik dari sineas global dan Asia.
Rangkaian Agenda dan Jadwal Penting SGIFF ke-37
Bagi Anda yang berencana mengikuti festival ini, pihak penyelenggara telah menyiapkan serangkaian acara eksklusif dan pemutaran film pilihan:
- 21 Oktober: Pembukaan resmi SGIFF edisi ke-37 yang menandai dimulainya rangkaian pemutaran film dari berbagai negara.
- 24 Oktober: Sesi presentasi khusus film "Look Back" yang akan dihadiri langsung oleh Hirokazu Kore-eda, di mana publik berkesempatan berdialog dengan sang maestro.
- 25–31 Oktober: Penayangan film-film peserta kompetisi Asian Feature Film Competition dan sesi penjurian intensif.
- 1 November: Malam penutupan festival, pengumuman peraih penghargaan kompetisi utama, sekaligus penyerahan trofi kehormatan.
Apresiasi Tertinggi untuk Maestro Sinema Humanis
Penghargaan Cinema Honorary Award yang diberikan kepada Hirokazu Kore-eda merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi luar biasanya dalam memajukan industri perfilman Asia ke kancah global. Sutradara peraih Palme d'Or lewat film Shoplifters (2018) ini dikenal luas berkat kemampuannya memotret dinamika keluarga, realitas sosial, dan sisi rapuh kemanusiaan dengan gaya bercerita yang puitis dan mendalam.
"Karya-karya Kore-eda secara konsisten memperlihatkan kepiawaian luar biasa dalam merajut humanisme dan kehangatan yang begitu menyentuh hati penonton di seluruh dunia," ungkap perwakilan penyelenggara SGIFF.
Kehadiran Kore-eda pada 24 Oktober untuk mendukung presentasi khusus karya animasi adaptasi manga Look Back menjadi salah satu momen yang paling ditunggu, menegaskan keterbukaannya dalam mendukung eksplorasi medium cerita yang beragam.
Yim Soon-rye Pimpin Penjurian Film Fitur Asia
Di sisi lain, penunjukan Yim Soon-rye sebagai kepala dewan juri kompetisi film fitur Asia menegaskan komitmen SGIFF dalam mengangkat perspektif sinematik yang kaya dan beragam. Yim, yang dikenal lewat karya-karya berpengaruh seperti Little Forest dan The Point Men, merupakan salah satu pionir sutradara perempuan dalam gelombang sinema modern Korea Selatan.
Di bawah kepemimpinannya, dewan juri akan menilai karya-karya terbaik sutradara berbakat Asia dengan fokus pada:
- Keberanian tematik dalam mengangkat isu-isu sosial dan kultural kontemporer.
- Kekuatan narasi serta kedalaman karakter yang mampu melintasi batas geografis.
- Estetika visual dan inovasi teknis penyutradaraan yang memberi warna baru bagi sinema Asia.
Dengan hadirnya dua tokoh besar perfilman Asia ini, SGIFF ke-37 dipastikan menjadi barometer penting bagi perkembangan industri perfilman independen dan arus utama di kawasan Asia Pasifik.
Comments (0)