Tentara Nepal Selamatkan Ratusan Korban Banjir dari Terowongan

KATMANDU — Air bah datang tanpa peringatan. Dalam hitungan jam, pemukiman padat di lembah-lembah Nepal berubah menjadi lautan lumpur, menyeret rumah, kenda

Tentara Nepal Selamatkan Ratusan Korban Banjir dari Terowongan

KATMANDU — Air bah datang tanpa peringatan. Dalam hitungan jam, pemukiman padat di lembah-lembah Nepal berubah menjadi lautan lumpur, menyeret rumah, kendaraan, dan nyawa sekaligus. Di tengah kekacauan itu, militer Nepal melancarkan operasi penyelamatan dramatis untuk mengevakuasi ratusan warga yang terjebak di dalam terowongan yang terendam banjir, sementara tim pencari dan pertolongan terus berjibaku di tengah reruntuhan lumpur untuk menemukan mereka yang masih hilang.

Bencana ini meninggalkan duka yang dalam. Ratusan orang dilaporkan tewas dan lebih dari 1.400 warga masih dinyatakan hilang hingga berita ini diturunkan. Angka tersebut menjadikan banjir terbaru ini salah satu bencana alam paling mematikan yang melanda Nepal dalam beberapa dekade terakhir.

Operasi Penyelamatan Militer di Terowongan Terendam

Momen paling mencekam terjadi di dalam terowongan jalan raya yang menjadi tempat berlindung puluhan keluarga saat air mulai naik. Pasukan tentara Nepal yang dikerahkan ke lokasi bencana berhasil menarik ratusan warga keluar dari lorong gelap yang nyaris penuh terendam air, dalam operasi yang berlangsung berjam-jam dengan peralatan seadanya.

Para penyintas yang dievakuasi digambarkan dalam kondisi kelelahan. Sebagian besar mengalami hipotermia setelah berjam-jam bertahan dalam air setinggi dada. Tim medis lapangan didirikan di dekat mulut terowongan untuk memberikan pertolongan pertama sebelum para korban dipindahkan ke rumah sakit terdekat.

"Kami berpegangan satu sama lain di dalam kegelapan. Air terus naik dan kami hanya bisa berdoa. Suara tentara yang memanggil dari luar adalah harapan terakhir kami," tutur seorang penyintas yang berhasil dievakuasi, dengan suara bergetar menahan emosi.

Korban Tewas dan 1.400 Orang Masih Hilang

Di luar terowongan, gambaran kehancuran jauh lebih luas. Lebih dari 1.400 orang masih hilang, dan jumlah korban tewas diperkirakan terus bertambah seiring tim SAR memperluas area pencarian ke desa-desa terpencil yang terputus akses jalannya. Banyak keluarga kehilangan kontak dengan sanak saudara sejak banjir menerjang, dan pusat informasi korban kewalahan menerima laporan warga yang mencari orang-orang tercinta.

Rumah-rumah di sepanjang aliran sungai luluh lantak diterjang arus, jembatan runtuh, dan jaringan listrik serta komunikasi lumpuh total. Di beberapa distrik, helikopter militer menjadi satu-satunya jalur distribusi logistik karena jalan darat tertutup longsor.

Keprihatinan Palang Merah atas Bantuan Kemanusiaan

Di tengah laju operasi penyelamatan, Palang Merah mengangkat keprihatinan serius atas krisis kemanusiaan yang membayangi Nepal. Organisasi tersebut memperkirakan hampir 100.000 orang terdampak langsung oleh bencana ini, tersebar di puluhan distrik yang kini berada dalam kondisi darurat.

Kebutuhan mendesak berupa air bersih, makanan, tenda darurat, dan layanan kesehatan menjadi perhatian utama. Tanpa akses air bersih, risiko penyakit bawaan air seperti diare dan kolera mengintai para pengungsi yang tinggal di lokasi pengungsian darurat.

"Kami memperkirakan hampir 100.000 orang terdampak. Ini adalah perlombaan melawan waktu untuk memastikan bantuan kemanusiaan mencapai mereka yang paling rentan sebelum kondisi semakin memburuk," ujar perwakilan Palang Merah di Nepal.

Perbandingan Dampak Bencana di Asia Selatan

Skala kehancuran kali ini dapat dibandingkan dengan sejumlah bencana besar lain yang pernah melanda kawasan Asia Selatan dalam dua dekade terakhir.

IndikatorBanjir Nepal 2026Banjir Asia Selatan 2022
Perkiraan korban tewasRatusan orangLebih dari 1.700 orang
Warga dinyatakan hilangLebih dari 1.400 orangTidak tercatat resmi
Warga terdampak langsung± 100.000 orang33 juta orang

"Skala kerusakan di Nepal menunjukkan betapa rentannya negara pegunungan terhadap perubahan iklim, di mana hujan ekstrem semakin sering memicu bencana dahsyat," ujar seorang analis kebencanaan yang memantau situasi dari kawasan tersebut.

Pelajaran dan Langkah ke Depan

Bencana ini kembali membuka diskusi tentang kesiapsiagaan Nepal menghadapi cuaca ekstrem. Para ahli mendesak pemerintah untuk memperkuat sistem peringatan dini, membangun infrastruktur tahan banjir, dan menyiapkan rencana evakuasi yang lebih matang bagi kawasan rawan bencana.

  • Memperkuat sistem peringatan dini berbasis komunitas di lembah-lembah sungai.
  • Membangun tanggul dan jalur evakuasi di pemukiman padat penduduk.
  • Menyiapkan stok bantuan logistik di daerah terpencil.
  • Meningkatkan kapasitas tim SAR dan alat berat pendukung.

Bagi ribuan keluarga di Nepal, semua rencana jangka panjang itu terasa jauh. Yang mereka butuhkan kini adalah kepastian tentang nasib orang-orang yang mereka cintai yang belum ditemukan, serta kehangatan bantuan yang datang tepat waktu sebelum musim hujan kembali mengguyur lembah-lembah yang baru saja dilanda duka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User